2 Cara Menghitung Return Saham, Jenis dan Manfaat

cara menghitung return saham

Saham memang dapat dijadikan sebagai pilihan untuk melakukan investasi secara tepat bagi para pemula. Tujuannya yakni agar bisa mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa Anda perlu mengetahui bagaimana cara menghitung return saham.

Sebelumnya, Anda perlu mengetahui ap aitu return saham terlebih dahulu. Jadi istilah ini sering dikenal sebagai pengembalian saham dimana diartikan sebagai selisih antara harga hual dan harga beli saham ketika sudah ditambahkan dengan total dividen. Dari hitungan tersebut akan muncul dua kemungkinan.

Dua kemungkinan tersebut yakni capital loss dan capital gain. Jika kamu mendapatkan yang pertama maka menunjukkan adanya keuntungan dari penjualan saham. Sebaliknya apabila memperoleh kedua, bisa diartikan jika justru mengalami kerugian dari trading saham.

Ada dua permisalan dari return saham yang penting untuk Anda pahami. Sebenarnya keduanya akan diartikan sebagai peroleh keuntungan atau justru kerugian. Tentu saja bagi seorang pemula juga penting mempelajarinya sehingga tidak hanya sekedar mengetahui cara menentukan harga saham.

Dengan mengetahui seberapa besar return saham maka dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk mendapatkan keuntungan ke depannya. Tentu saja hal ini penting diketahui bagi seluruh kalangan investor terutama masih pemula, berikut penjelasan mengenai cara menghitung return saham.

Permisalan Return Saham dengan Capital Gain dan Capital Loss

cara menghitung return saham tahunan

Telah disinggung sebelumnya bahwa dalam return saham dikenal dua istilah yakni capital gain untuk menunjukkan adanya keuntungan. Sebalinya yaitu capital loss yang mengartikan bahwa seseorang sedang mengalami kerugian. Berikut penjelasan lengkapnya:

Permisalan dengan Capital Gain

Capital gain dapat diartikan sebagai nilai positif. Hasil tersebut menunjukkan hahwa total yang diperoleh merupakan jumlah keuntungan. Misalnya ketika Anda memutuskan untuk membeli saham perusahaan A di tahun lalu seharga Rp 500 per lembarnya lalu bisa saja berubah menjadi Rp 1250 per lembar.

Baca Juga: Cara Membaca Grafik Saham

Jika Anda memilih untuk menjual saham pada harga Rp 1250 per lembarnya, otomatis akan mendapat keuntungan sebesar Rp 750 per lembar saham. Nilai tersebut disebut sebagai capital gain dimana dapat diartikan menjadi perolehan dari hasil penjualan sehingga tidak mengalami kerugian.

Permisalan dengan Capital Loss

Sementara capital loss merupakan kebalikan dari capital gain yang menunjukkan hasil negatif setelah diperhitungkan. Misalnya saja ketika Anda membeli saham di perusahaan X dengan harga Rp 1000 per lembarnya maka dijual seharga Rp 750 per lembarnya akibat berbagai alasan.

Dari hasil penjualan tersebut, maka hasil penjualan justru mengalami kerugian. Hal ini dikarenakan harga jual memang lebih rendah jika dibandingkan harga belinya. Nilai capital loss sebesar Rp 250 per lembarnya. Namun kerapkali nominal dividen ini dilewatkan begitu saja karena bukan perhatian utama.

Jenis-Jenis Return Saham

cara menghitung return saham di excel

Return saham pun dibedakan menjadi dua jenis dalam praktiknya yakni realisasi dan ekspektasi. Tentu saja keduanya sama-sama berbeda sehingga perlu dipelajari oleh para investor pemula dalam melakukan pasar trading. Berikut ulasan lengkapnya:

Return Saham Realisasi

Return saham realisasi merupakan salah satu jenis yang perlu Anda tahu. Orang-orang mendefinisikannya sebagai perhitungan selisih harga saham berdasar data riwayat perusahaan dimana sudah terjadi sebagai pengukuran kinerja dari suatu perusahaan sehingga bisa dijadikan pertimbangan.

Baca Juga: Cara Melihat Harga Saham Di IDX

Dalam pengembalian jenis saham satu ini, perhitungan akan memakai data lampau. Selain itu, Anda pun juga bisa menggunakan return saham ini untuk digunakan menentukan hasil perhitungan dan resiko di masa mendatang. Nantinya akan terbagi menjadi beberapa tipe seperti total dan kumulatif.

Return Saham Ekspektasi

Jenis return saham kedua ini akan membantu Anda untuk menentukan perkiraan pada saat pengambilan keputusan pada investasi di masa mendatang. Jika dibandingkan dengan sebelumnya yakni return saham realisasi, justru dianggap lebih penting karena sering dijadikan sebagai tolak ukur.

Tolak ukur tersebtu akan menunjukkan keberhasilan transaksi dari para investor di masa mendatang. Anda bisa melakukan perhitungan dari return saham ini berdasarkan ekspektasi masa depan, realisasi dan juga saat ini telah dijalani.

Cara Menghitung Return Saham

cara menghitung return saham biasa

Berikutnya Anda juga perlu tahu bagaimana cara menghitung return saham tersebut. Perhitungan ini pun bisa dibedakan sesuai dengan jenisnya masing-masing yakni realisasi dan ekspektasi. Ada beberapa rumus perlu dipahami demi mendapatkan hasilnya.

Cara Menghitung Return Saham Realisasi

Data perhitungan dari pengembalian saham realisasi dapat ditentukan dari analisis selisih harga saham individual di periode sedang berjalan dengan masa sebelumnya. Anda bisa menghitungnya menggunakan rumusan berikut ini:

Pi, t – Pi, t – 1

Ri, t = Pi, t – 1

Penjelasannya yakni Ri, t merupakan pengembalian saham i pada waktu t. Sementara Pi, t adalah harga saham i pada periode t dan Pi, t – 1 yaitu harga saham i di periode t-1. Ketiga istilah tersebut perlu Anda ingat terlebih dahulu agar tidak mudah tertukar pada saat menghitungnya.

Cara Menghitung Return Saham Ekspektasi

Sementara return saham ekspektasi sering dijadikan sebagai harapan besar bagi para investor di masa mendatang. Anda bisa menggunakan rumus berikut ini untuk cara menghitung return saham nya:

E (Rit) = R m t

Artnya yakni E (Rit) merupakan tingkat keuntungan saham yang Anda harapkan di hari ke-t. Sementara R m t adalah pendapatan pasar di perode t. Jadi penting untuk mengetahui perbedaannya demi mengetahui apakah benar-benar terwujud sesuai dengan ekspektasi atau pun tidak.

Manfaat Mengetahui Return Saham

Ketika Anda mencoba untuk menghitung return saham, maka hal ini sebenarnya memiliki manfaat sendiri sebagai investor. Pada dasarnya, sebuah investasi akan memerlukan banyak perhitungan dan pertimbangan. Adapun kegunaannya adalah sebagai berikut:

Membantu Mengukur Keuntungan yang Sudah Diperoleh

Investor saham melakukan kegiatan jual beli saham demi mendapatkan keuntungan. Dengan langkah ini perhitungan return saham tersebut, baik bagi investor maupun perusahaan akan sama-sama mendapatkan rincian dasar atas perolehan sementara sehingga bermanfaat untuk kedua belah pihak.

Baca Juga: Cara Membeli Saham Luar Negeri

Perhitungan return saham memang diandalkan untuk bisa mengetahui seberapa besar keuntungan yang telah diperoleh. Ketika nilainya semakin kecil tentu dapat dijadikan sebagai dasar evaluasi demi cara kerja trading lebih baik lagi ke depannya. Tentu hal seperti ini diperlukan bagi seorang pemula.

Sebagai Pertimbangan Data untuk Mengambil Keputusan Investasi

Dengan mengetahui seberapa besar pengembalian saham tersebut, Anda pun bisa menjadikannya sebagai dasar pertimbangan data. Selain itu, nilai tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi di masa mendatang sehingga sama saja dijadikan bahan evaluasi.

Dengan mengetahui nilai tersebut, Anda akan mendapatkan rincian histori secara lengkap guna menyusun ekspektasi kegiatan jual beli saham secara lebih menguntungkan. Tentu saja penentuan seperti ini juga masih dirasa cukup sulit bagi banyak orang terutama jika masih dalam tahap belajar.

Penutup

Ada dua rumus utama yang bisa Anda gunakan dalam belajar cara menghitung return saham. Tentu hal ini penting dipelajari bagi seorang investor pemula karena akan bermanfaat sebagai bahan ajar sekaligus evaluasi. Pasalnya hasil perhitungan mampu menunjukkan seberapa besar keuntungannya.

Demikian pembahasan kali ini, semoga bisa sangat bermanfaat buat anda semua dan jangan lupa di share ke media sosial anda masing-masing agar para pemain saham lainnya dapat mengetahui beberapa informasi yang telah saya berikan diatas tadi. Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published.